a group of people wearing masks

LENSA CARE

Lensa Care merupakan program sosial dan kemanusiaan Yayasan Lentera Cendekia El Syams (LENSA) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, bantuan sosial, serta penguatan kapasitas kelompok rentan. Program ini mencakup santunan bagi yatim dan dhuafa, bantuan sosial, layanan pendidikan dan kesehatan, pemberian beasiswa bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, serta pelatihan keterampilan (soft skills) untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian.

Seminar Pentingnya Menyusui untuk Mengurangi Angka Stunting di Indonesia

Stunting bukan sekadar angka dalam data kesehatan — ia adalah cermin dari tantangan nyata yang dihadapi generasi penerus bangsa. Berangkat dari kepedulian mendalam terhadap masa depan anak Indonesia, Yayasan Lentera Cendekia El-Syams (LENSA) bersama Fatayat PCNU Pamulang bergandengan tangan menghadirkan seminar yang menyentuh isu paling mendasar dalam tumbuh kembang anak: ASI dan menyusui.

Kolaborasi ini lahir dari keyakinan bersama bahwa persoalan stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Ia membutuhkan gerakan gerakan yang dimulai dari kesadaran ibu, diperkuat oleh komunitas, dan didukung oleh ilmu pengetahuan yang benar.

Melalui seminar ini, para peserta diajak memahami secara mendalam bagaimana air susu ibu bukan sekadar nutrisi, melainkan investasi terbaik yang bisa diberikan seorang ibu kepada anaknya sejak hari pertama kehidupan. Sebuah langkah kecil yang dampaknya terasa hingga generasi mendatang.

Lentera Cendekia El-Syams Memberikan Beasiswa Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah kepada Mahasiswa Kurang Mampu sebagai Upaya Pemberdayaan Berkelanjutan

Yayasan Lentera Cendekia El Syams kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan generasi muda melalui program beasiswa pelatihan penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa kurang mampu. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai bantuan pendidikan, melainkan sebagai langkah strategis dalam membangun kapasitas intelektual dan keterampilan esensial di era digital.

Di tengah transformasi informasi yang begitu cepat, kemampuan menulis menjadi fondasi penting dalam menyampaikan gagasan secara kritis, sistematis, dan berdampak. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali dengan teknik riset, penyusunan karya ilmiah, hingga strategi publikasi, sehingga mampu berkontribusi dalam wacana akademik dan sosial.

Lebih jauh, program ini merupakan bagian dari visi pemberdayaan berkelanjutan yang menempatkan soft skill sebagai kunci daya saing. Penulisan tidak hanya dipahami sebagai aktivitas akademik, tetapi juga sebagai instrumen advokasi dan perubahan sosial.

Yayasan Lensa Tegaskan Komitmen Sosial: Dari Aksi Kemanusiaan Menuju Pemberdayaan Berkelanjutan

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, Yayasan Lentera Cendekia El Syams hadir sebagai garda terdepan dalam menyalakan kepedulian dan memperluas jangkauan kebermanfaatan. Melalui program bantuan dan layanan sosial, yayasan secara konsisten menyalurkan dukungan kepada anak yatim, dhuafa, serta kelompok rentan lainnya dalam suasana yang penuh empati dan kebersamaan.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi respons atas kebutuhan sesaat, melainkan bagian dari strategi sosial yang lebih luas dalam membangun ketahanan masyarakat berbasis nilai kemanusiaan. Interaksi langsung antara relawan, pengurus, dan penerima manfaat memperkuat ikatan sosial sekaligus menumbuhkan harapan baru di tengah keterbatasan.

Sebagai langkah lanjutan, Yayasan Lentera Cendekia El Syams menegaskan arah transformasi program menuju pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan. Bantuan sosial akan dikembangkan menjadi program yang terintegrasi dengan pendidikan, pelatihan, serta penguatan soft skill, sehingga mampu menciptakan kemandirian jangka panjang bagi para penerima manfaat.

Dengan visi tersebut, yayasan tidak hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga membangun fondasi perubahan—mengubah kepedulian menjadi kekuatan sosial yang berkelanjutan dan berdampak luas.

LENSA Hadirkan Program Kemanusiaan dan Advokasi: Kajian Tafsir Progresif tentang Pemberdayaan Perempuan

Perempuan dalam Islam bukan sekadar objek pembahasan—ia adalah subjek utama dalam peradaban. Berangkat dari kesadaran ini, Yayasan Lentera Cendekia El-Syams (LENSA) menghadirkan program kemanusiaan dan advokasi melalui Kajian Tafsir Progresif yang mengangkat tema: bagaimana Al-Qur’an berbicara tentang pemberdayaan perempuan secara utuh, adil, dan kontekstual.

Kajian ini tidak hanya menjadi ruang refleksi, tetapi juga ruang penguatan perspektif dan keberpihakan. Dengan pendekatan tafsir yang lebih terbuka dan berorientasi pada nilai keadilan, peserta diajak memahami bahwa Al-Qur’an sejak awal telah membawa visi besar tentang kemuliaan, kesetaraan, dan perlindungan terhadap perempuan.

Program ini merupakan bagian dari komitmen LENSA dalam menghadirkan gerakan kemanusiaan berbasis literasi, pemikiran kritis, dan nilai-nilai keislaman yang inklusif serta berkeadilan.